10 Cara Mudah Merawat Hardisk Komputer

Cara merawat hardisk berikut ini bisa kita lakukan agar hardisk tidak cepat rusak, kinerjanya tetap terjaga sehingga pada akhirnya sistem komputer secara keseluruhan akan tetap optimal. Dan yang paling penting dari tindakan perawatan hardisk ini adalah mencegah terjadinya kerusakan sistem komputer atau tidak bisa diaksesnya atau hilangnya data-data yang kita simpan pada hardisk tersebut.

Berikut ini adalah 10 cara yang bisa kita lakukan untuk merawat hardisk komputer:

1. Simpan hardisk menggunakan plastik antistatic dan silica gel.

Hardisk yang baru biasanya disimpan dalam box atau plastik anti static. Anti static ini berguna untuk mencegah terjadinya lompatan listrik statis dari sekitarnya. Sertakan juga silica gel (tas putih kecil yang biasanya terdapat dalam kotak barang-barang elektronik) yang berguna untuk menyerap kelembaban agar area dalam box atau wadah hardisk tetap kering.

2. Bawa hardisk dalam wadah yang ada pelindungnya.

Apabila akan membawa hardisk, maka tempatkan hardisk yang sebelumnya telah terbungkus plastic antistatic dalam wadah yang terlindung busa misalnya, agar hardisk tahan terhadap goncangan atau benturan yang tidak bisa dihindari.

3. Gunakan UPS atau Stabilizer

Untuk menjaga aliran listrik tetap stabil ada beberapa cara yang bisa kita gunakan diantaranya adalah dengan menggunakan UPS ( uninterruptible power supply) atau stabilizer. Penggunakan UPS mempunyai keuntungan tambahan yaitu kita mempunyai cadangan sumber listrik apabila listrik dari PLN mati.

4. Jaga temperatur dan kebersihan hardisk.

Agar hardisk tidak overheat maka pastikan CPU mempunyai sirkulasi yang baik dengan menambahkan kipas (fan) yang cukup dan juga kondisi ruangan tempat menyimpan CPU komputer yang tidak terlalu panas (sebaiknya ruangan ber-AC).

5. Periksa kabel untuk tegangan hardisk.

Soket kabel power hardisk SATA

Kabel konektor / soket untuk power hardisk sebaiknya sekali-kali kita cek dan pastikan masih dalam kondisi baik, yaitu tidak melengkung atau menjadi longgar yang bisanya terjadi karena plastik konektor tersebut kepanasan karena adanya aliran listrik.

6. Shutdown komputer dengan benar.

Berikutnya adalah pastikan untuk selalu mematikan komputer dengan benar yaitu dengan perintah Shutdown, usahakan jangan terlalu sering mematikan komputer secara paksa dengan menekan langsung tombol power atau tombol reset secara langsung.

7. Perhatikan Free Space pada Hardisk.

Untuk menjaga hardisk bekerja dengan optimal, pastikan hardisk masih mempunyai ruang tersisa (free space) minimal 15% dari kapasitasnya, karena kalau kekurangan free space akan menyebabkan hardisk tidak bisa di defrag.
Secara default Windows sudah menyediakan tools Disk Cleanup untuk membersihkan hardisk dari file-file yang tidak terpakai lagi. Lebih lanjut bisa dibaca tentang Cara Mengoptimalkan Hardisk dengan Membuang File Sampah.

8. Scan Hardisk dengan Anti Virus / Anti Malware

Kerusakan hardisk seperti file sistem yang rusak, data yang tiba-tiba hilang atau tidak bisa diakses bisa disebabkan juga karena adanya virus atau malware lainnya yang menginfeksi komputer. Install antivirus seperti AVG, Avast atau Malwarebytes atau bisa juga dengan menggunakan bantuan Rescue CD seperti Hirens Boot CD, Kaspersky Rescue Disk atau Emergency Disk lainnya.

9. Defrag Hardisk Secara Berkala

Seiring dengan banyaknya aktifitas pada hardisk seperti install-uninstall software, delete, copy dan edit data maka akan menyebabkan hardisk terfragmentasi atau secara sederhananya data-data tersebut disimpan dalam hardisk menjadi tidak tersusun dengan rapih. Untuk merapihkannya kembali kita bisa menjalankan tools defrag bawaan hardisk seperti yang telah dibahas pada Tips Mempercepat Windows 10 ataupun dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Defragler.

10. Monitor kondisi hardisk

Langkah terakhir adalah sekali-kali jalankan aplikasi hardisk monitoring untuk mengecek kondisi hardisk sehingga apabila ada kerusakan kita bisa sejak dini mendeteksinya. Tool bawaan windows untuk mengecek dan memperbaiki kerusakan hardisk adalah Check Disk sedangkan untuk aplikasi hardisk monitoring bisa menggunakan CrystalDiskInfo atau [email protected] Hard Disk Monitor.

Demikianlah 10 cara untuk merawat hardisk agar tidak mudah rusak dan bisa terus digunakan secara optimal. Perlu diketahui bahwa meskipun hardisk sudah dirawat secara baik kita tetap perlu melakukan backup system atau data hardisk untuk jaga-jaga apabila terjadi kerusakan hardisk yang tiba-tiba.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *